Benarkah Berjemur Cegah Corona?

Benarkah Berjemur Cegah Corona?

Benarkah Berjemur Cegah Corona?

Sabtu, 12 September 2020

Virus Corona atau COVID-19 mulai memasuki Indonesia pada bulan Maret 2020. Pada tanggal
12 September 2020 pukul 15.37 WIB terhitung pasien positif COVID-19 di Indonesia mencapai
210.940 orang. Sekitar 8.544 orang meninggal karena terinfeksi COVID-19, terhitung pada
tanggal 12 September 2020 pukul 15.37 WIB. Pada awal penyebaran virus ini, di Indonesia
banyak tersebar berbagai hal tentang cara untuk mencegah terinfeksi COVID-19. Salah satunya
adalah dengan berjemur untuk memperkuat sistem imun. Karena selain menjaga kebersihan dan
pola makan ternyata menjaga sistem imun sangtlah penting.

Sistem imun merupakan pertahanan bagi tubuh untuk melawan bakteri ataupun virus penyebab
penyakit, yang akan masuk ke dalam tubuh manusia. Lantas apakah benar dengan berjemur kita
dapat terhindar dari COVID-19? Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan
Keperawatan (FKKMK) UGM, Prof.dr. Madarina Julia, Sp.A(K),MPH.,Ph.D., mengatakan
tubuh manusia memerlukan sinar matahari untuk membantu meningkatkan produksi vitamin D
di dalam tubuh. Sinar matahari ini menjadi sumber utama vitamin D alami, sementara hanya
sedikit sekali yang berasal dari makanan (dikutip dari ugm.ac.id).

Berjemur menjadi penting untuk sistem imun karena dengan berjemur kita akan mendapatkan
vitamin D yang mempunyai efek imunomodulator yang baik untuk sistem imun. Untuk waktu
yang tepat berjemur dianjurkan pada pukul 10.00 karena jika dilakukan terlalu pagi sinar
matahari yang ada belum mencukupi untuk menambah vitamin D. Ketika berjemur juga
disarankan untuk sinar matahari langsung terkena pada kulit tanpa penghalang seperti topi,
sunscreen, payung dan lain-lain.

Pada akhirnya dapat dibenaran jika dengan berjemur dapat meningkatkan sistem imun, namun
tidak berarti dengan berjemur bisa menghindar dari COVID-19. Masih diperlukan adanya
menjaga pola makan, menjaga kebersihan dan tentunya yang paling penting untuk menerapkan
protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh Kementrian Kesehatan untuk meminimalisi
terinfeksi COVID-19.

Tinggalkan Balasan