BRANDING KOMUNITAS BERDARAH COKLAT

BRANDING KOMUNITAS BERDARAH COKLAT

“Menarik kalau sudah membahas minat dan bakat dari macam-macam orang” Fathan Fadhilah, (20/3) salah satu Senopati Planologi yang sekarang memimpin Departemen Minat Bakat HMPL ITS. Brantas MB, singkatan dari Branding Komunitas, adalah agenda Minat Bakat PWK yang membranding nama komunitas, khususnya kepada mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota serta Departemen lainya. Dengan tujuan branding ini agar mereka dapat belajar dan mengikuti dalam komunitas yang sesuai dengan keinginan dan minat bakatnya.
Kepala Departemen MB, mengungkapkan bahwa Departemen Minta Bakat memiliki beberapa event, salah satunya adalah Brantas MB yang diadakan di awal semester untuk para mahasiswa baru. Dulu, kegiatan branding ini dikemas dalam acara Music Corner yang memperkenalkan komunitas-komunitas dalam PWK, dan kemudian dijadikan agenda sendiri yang lebih maksimal dalam memfasilitasi tujuan branding komunitas itu sendiri.
Lelaki plagmatis kelahiran Jakarta ini juga mengungkapkan bahwa komunitas itu merupakan wadah bagi mereka yang memiliki minat yang unik dan ingin mengembangkannya. Oleh karena itu Brantas berpecah dengan acara Music Corner. Komunitas yang ada hingga saat ini, dibawah naungan MB, antara lain Senopati, Bisnis Club, Puncak 36, Despacito, Samanologi, Scient Project, Planoranger, dan juga Barbara (komunitas pencinta buku).
Dalam Brantas MB, selain Community Fair juga terdapat Forum Komunitas, yang menceritakan progres apa saja yang selama ini telah dakukan serta kebutuhan apa saja yang ingin difasilitasi oleh Brantas MB. “Namun, Brantas tidak menyentuh internal atau tidak mencampuri urusan pribadi dalam komunitas, pemilihan kepengurusan dan sebagainya hanya sebatas membranding mereka, bukan mengikat bahkan membawahinya” tegas Fathan.
Secara tertulis visi misi dari Brantas MB tidak ada, namun memiliki tujuan yang baik dan jelas, yaitu MembrandingKomunitas, dengan harapan terjadi regenerasi dengan angkatan selanjutnya. Selain itu komunitas-komunitas yang ada diharap bersifat aktif dan memiliki tujuan dan kegiatan yang bernilai positif. Dengan adanya komunitas yang mewadahi minat mereka, diharapkan dapat memotivasi mahasiswa PWK untuk berkembang menjadi jauh lebih baik. Komunitas bersifat pure dalam menampung setiap aspirasi dan minat untuk dikembangkan, jika tidak ahli dibidangnya maka akan biasa saja, namun jika memang sesuai passion-nya maka pengembangannya akan lebih besar dan rasa tanggung jawab tinggi dalam mengurusnya. (alf/sis)

Tinggalkan Balasan