Calon Vaksin Corona Masih Dalam Tahap Uji Coba dan Tergolong Aman
Vaksin Covid-19

Calon Vaksin Corona Masih Dalam Tahap Uji Coba dan Tergolong Aman

Pemerintah melakukan peninjauan langsung mengenai pelaksanaan calon vaksin corona yang akan di uji coba klinis di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Padjajaran, Jalan Eyckman, Kota Bandung, Jawa Barat. Proses uji coba vaksin Sinovac di Tanah Air sejauh ini berjalan lancar. Sejauh ini belum ditemukan keluhan dari relawan uji klinis vaksin yang berasal dari China tersebut.

Calon vaksin ini ini adalah hasil pengembangan  yang dilakukan oleh Bio Farma dengan perusahaan asal China, Sinovac. Setelah melalui tahap pertama dan kedua di China, sebanyak 2.400 vaksin kemudian dibawa ke Indonesia untuk diuji klinis di Bandung. Dengan kebutuhan vaksin covid ini yang sangat mendesak apakah uji coba calon vaksin ini tidak menciptakan efek samping lainnya?

Ahli Epidemiologi dan Biostatistik Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI, Pandu Riono berpendapat bahwa uji coba calon vaksin ini belum tentu menghasilkan kabar baik bagi pengadaan obat penawar Covid-19 di Indonesia. Karena menurutnya, calon vaksin ini belum tentu lulus uji. Pandu menjelaskan ada beberapa metode dalam membunuh virus ini. Yaitu melalui pelemahan virus, mematikannya, atau mengambil dari protein virus tersebut. Pada fase pertama, Pandu mengatakan bahwa reaksi vaksin dapat dilihat dari segi kekebalan. Bila kekebalan itu muncul, maka akan masuk pada kategori yang lebih banyak lagi untuk melihat takaran dosis yang akan disuntikkan kepada oran karena tidak semua orang memiliki genetik yang sama. Dengan begitu, belum diketahui variabalitas respons imun dari para relawan uji coba calon vaksin Covid-19 ini. Untuk itu, diminta agar pemerintah tidak memberikan angin surga terlebih dahulu karena saat ini calon vaksin tersebut masih baru sebatas tahap uji.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa vaksin ini berbasis Siovac dalam fase ketiga teruji dan relative dalam tidak ada keluhan seperti di negara lain. Dia menambahkan, tahapan proses uji coba terus dijalankan. Diharapkan pada tahun depan imunisasi massal secara terbatas dapat segera dipersiapkan dan dilakukan oleh pemerintah. Sebelumnya, Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Erick Thohir mengatakan, Indonesia akan mendapat 30 juta dosis vaksin Covid-19 pada akhir tahun 2020 dan 300 juta dosis untuk 2021. Vaksin tersebut merupakan hasil kerja sama beberapa BUMN farmasi dengan lembaga dan instansi farmasi mancanegara seperti PT Bio Farma (Persero) dengan Sinovac Biotech yang berasal dari China. Sinovac sendiri sudah berkomitmen menyediakan 20 juta dosis vaksin pada akhir tahun ini apabila proses uji klinis tahap 3 berjalan lancar. Sedangkan untuk tahun depan, akan diproduksi hingga 250 juta dosis untuk Indonesia. Selain itu, Erick juga melaporkan bahwa PT Kimia Farma juga telah menggandeng perusahaan asal UEA, Grup 42 (G42) dan akan memperoleh 10 juta dosis vaksin pada akhir 2020, kemudian ditambah lagi sebanyak 50 juta dosis yang akan diterima Indonesia pada akhir kuartal I-2021. Total vaksin yang akan didapatkan sekitar 330-340 juta.

 

Sc: Liputan6

Tinggalkan Balasan