City Planning di Era New Normal Covid-19
City Planning

City Planning di Era New Normal Covid-19

Sudah ampir 9 Bulan COVID 19 Sudah melanda seluruh dunia. Indonesia sendiri masuk dalam lima besar penambahan kasus virus corona terbanyak dalam 24 jam di Asia. Sudah banyak aspek yang terdampak dari peristiwa ini antara lain industri bisnis, tenaga medis mengalami kelelahan fisik dan mental, penyalahgunaan narkoba dan alkohol meningkat, kepanikan belanja dan kelangkaan barang, perubahan dalam berinteraksi dan bersosialisasi, penurunan penggunaan transportasi umum, Peningkatan transaksi non tunai, bahkan dalam lingkup perencanaan kota terdampak karena adanya virus ini. Di mana sudah harus ada kajian lanjutan untuk membahas tentang bagaimana city planning di era new normal ini.

Keadaan ini memiliki implikasi yang cukup banyak kepada dunia perencanaan kota oleh karena itu harus ada aksi untuk mengadopsi untuk adanya perubahan ruang, misalnya dibutuhkan tambahan ruang di rumah (ukuran ruang, jumlah ruang) untuk mengakomodasi tambahan kebutuhan ruang untuk bekerja, dan kemudian infrastruktur telekomunikasi yang merupakan komponen pendukung primer kegiatan bermata pencaharian dari rumah

Pandemi corona diyakini bakal mengubah struktur kehidupan masyarakat, termasuk dalam hal perencanaan tata ruang kota terlebih setelah pandemic ini berakhir, kita perlu menyiapkan perencanaan kota yang lebih sehat guna mengantisipasi pandemic serupa terulang. Dalam merencanakan kota sehat, bukan hanya soal merancang lingkungan kota yang sehat dan menyehatkan warga kotanya, tetapi juga mempersiapkan kotanya untuk kuat mengarungi badai pandemic dengan dampakĀ  seminim mungkin. Keterbatasan bangunan dan ruang multifungsi yang dapat dijadikan sebagai tempat karantina atau isolasi di tengah Kawasan permukiman yang padat merupakan juga merupakan salah satu contoh bagaimana ke depanĀ  ruang kota bisa lebih dipersiapkan untuk kondisi krisis.

Mungkin dengan keadaan seperti ini konsep perkotaan yang harus dikembangkan adalah Smart City, Compact City, dan Green City. Smart City disini dilakukan dengan pemerintah nasional dan kota telah menerapkan teknologi kota pintar dalam memerangi virus corona, menggunakannya untuk melacak penyebaran pandemic dan mendukung penerapan strategimedis. Selain menunjukkan nilai teknologi pintar, aplikasi baru ini membantu membentuk masa depan kota pintar. Sedangkan konsep Compact City dan Green City disini mengedepankan konsepsi tentang desain dan penggunaan ruang hijau. Ini karena pendekatan kota padat paling sering merencanakan dan mempromosikan penggunaan ruang hijau publik secara intensif

Tinggalkan Balasan