Corona Memburuk, Industri Penerbangan Terpuruk
Penampakan Kabin Pesawat Terbang Saat Pandemi

Corona Memburuk, Industri Penerbangan Terpuruk

Jakarta – Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto, mengatakan sektor penerbangan mulai pulih sejak Juni hingga Agustus 2020. Namun, sayangnya pertumbuhan pada September ini tidak signifikan.

 

Pandemi virus Corona atau Covid-19 membuat sektor penerbangan mengalami tekanan yang sangat luar biasa. Hal ini juga disampaikan oleh Pengamat Industri Penerbangan, Marsekal Purn. Chappy Hakim, yang mengatakan bahwa industri penerbangan nasional mengalami penurunan pendapatan 30-40 persen. Meskipun sempat membaik dari bulan Juni hingga Agustus 2020, industri penerbangan tampaknya akan memburuk lagi semenjak dikeluarkannya aturan PSBB secara ketat di Jakarta per 14 September 2020 oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

 

Ini disebabkan karena Anies menilai data-data perkembangan wabah Covid-19 mulai terjadi kenaikan pesat, baik dari tingkat penyebaran maupun jumlah kematian yang meningkat drastis. Bahkan, dia mengkhawatirkan makin terbatasnya jumlah tempat tidur rumah sakit untuk isolasi pasien Covid-19. Oleh karena itu, PSBB Jilid II secara ketat  perlu diterapkan.

 

Direktur Utama Angkasa Pura IIMuhammad Awaluddin, mengatakan bahwa pergerakan lalu lintas penerbangan pada Mei ke Juni tumbuh 466,2 persen, Juni ke Juli tumbuh 135 persen, dan Juli ke Agustus tumbuh 35,5 persen positif. Akan tetapi, dia melanjutkan, untuk data lalu lintas penerbangan pada Agustus ke September pertumbuhan jumlah penumpangnya saja minus 2,6 persen dengan pergerakan pesawatnya hanya tumbuh positif tujuh persen.

 

Hal ini juga senada dengan  Direktur Utama Angkasa Pura IFaik Fahmi, mengatakan, dari sisi jumlah penerbangan pesawat per hari dari rata-rata normal, atau sebelum terjadinya pandemi Covid-19 saat ini baru mencapai 47 persen. Sementara, dari sisi penumpangnya baru sekitar 28 persen dari kondisi normal.

 

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto Rahardjo mengatakan, secara nasional lalu lintas udara pada September 2020 sangat tertekan dari pemulihan yang telah terjadi di bulan-bulan sebelumnya. Hal ini bisa dilihat dari beberapa kondisi bandara di Indonesia saat ini yang disampaikannya melalui webinar “Intip Jurus Jitu Atasi Penyebaran Covid’19”.

 

Salah satu kondisi yang dapat dilihat adalah penerbangan ke Bandara Ngurah Rai, Bali yang menurun. Novie mencatat untuk penerbangan ke Bali atau ke Bandara Internasional Ngurah Rai terjadi penurunan sekitar 25 persen dibanding sebelumnya. Novie mengatakan Kementerian Perhubungan selalu patuh terhadap protokol kesehatan seperti yang ditetapkan Satgas Penanganan COVID-19, baik dari bandara hingga pesawat. Ia pun menjamin semua proses selalu diperhatikan mulai dari prosedur, peralatan dan sumber daya manusia.

 

Tinggalkan Balasan