Grafik Positif terus meningkat, New Normal kenapa diterapkan?
Grafik Tren Nasional Covid-19 (Akumulasi Data)

Grafik Positif terus meningkat, New Normal kenapa diterapkan?

UPDATE COVID-19

Kamis, 17 September 2020

NASIONAL

Positif

Sembuh

Meninggal

Dirawat/

isolasi mandiri

232.628

166.686

9.222

56.720

+3635

+2585

+122

+928

Sumber : Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

 

Sudah enam bulan berlalu semenjak pandemi Covid-19 mulai masuk ke Indonesia, penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di berbagai daerah nyatanya belum juga menunjukkan hasil yang optimal. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 per hari ini Kamis (17/9) Grafik Kasus Covid-19 per-hari masih menunjukkan angka total kasus terkonfirmasi positif yang terus meningkat. Peraturan Pemerintah nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 telah menyatakan, PSBB dilakukan salah satunya dengan meliburkan tempat kerja. Namun dunia kerja tidak mungkin selamanya dilakukan pembatasan, roda perekonomian harus tetap berjalan. Kini masyarakat di beberapa daerah tertentu sudah mulai membiasakan diri untuk kembali beraktivitas dengan mematuhi protokol kesehatan dengan dalih meminimalisir dampak ekonomi (new normal).

Dilansir dari situs Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, menurut juru bicara penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, new normal adalah tatanan, kebiasaan dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Skenario new normal sendiri disiapkan pemerintah untuk mengendalikan pandemi karena vaksin Covid-19 belum juga ditemukan. Dalam perumusan protokol new normal, pemerintah menggandeng beberapa ahli bidang terkait tanpa terkecuali tokoh masyarakat, para ahli dan para pakar. Protokol ini tidak hanya difokuskan pada sektor ekonomi saja, tetapi juga pada sektor lain seperti pendidikan dan keagamaan.

Selain SOP protokol kesehatan yang dipersiapkan dengan matang, daerah target penerapan new normal juga dipertimbangkan. Tidak semua daerah dapat menerapkan new normal nantinya. Menteri koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga hartarto, menyatakan beberapa daerah di Jawa menerapkan lima level scoring dalam menangani pandemi, yakni tingkat krisis, parah, substansial, seedang, dan rendah. Daerah yang diizinkan pemerintah untuk mempersiapkan new normal yaitu daerah yang berada pada tingkat sedang.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi. Menurut pernyataan dari Menteri Kesehatan, Agus Putranto, dunia masyarakat pekerja memiliki resiko besar penularan karena besarnya mobilitas dan interaksi.

“Untuk itu pasca pemberlakuan PSBB dengan kondisi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung, perlu dilakukan upaya mitigasi dan kesiapan tempat kerja seoptimal mungkin sehingga dapat beradaptasi melalui perubahan pola hidup pada situasi COVID-19 atau New Normal,” ujar beliau.

kandigum

youtube.com/kandigum instagram.com/kandigum

Tinggalkan Balasan