Jurnalistik KPP

Jurnalistik KPP

Pemberlakuan PSBB 2.0 di Jakarta
Sudah kurang lebih dua bulan, Ibu Kota Jakarta memberlakukan new normal. Pusat perbelanjaan,
restoran, dan fasilitas umum pun telah buka dan menjadi pusat keramaian yang dikunjungi
banyak sekali orang. Pemberlakuan prosedur kebersihan new normal pun telah dilakukan seperti
pengunjung wajib menggunakan masker, cuci tangan/memakai handsanitizer, cek suhu,
pembatasan jumlah pengunjung, dan penerapan social distancing.
Sayangnya penerapan new normal ini berdampak pada meningkatnya jumlah penderita corona
dari hari kehari. Hal tersebut membuat Gubernur Jakarta, Anies Baswedan memutuskan untuk
memberlakukan PSBB yang dimulai tanggal 14 September kemarin. Namun PSBB periode kali ini
tidak seketat PSBB periode bulan Maret-Juni namun tetap mematuhi peraturan pemerintahan
yang telah ditetapkan.
Ada beberapa peraturan khusus dalam pemberlakuan PSBB yakni pemberlakuan ganjil-genap
sementara ditiadakan, layanan transportasi publik hanya beroperasi dari jam enam pagi hingga
jam enam sore, tempat ibadah yang dikunjungi oleh banyak orang dari berbagai daerah seperti
Masjid Agung sementara ditutup namun masjid yang terdapat di komplek rumah masih boleh
buka namun disarankan lebih baik beribadah dirumah, dan pusat perbelanjaan dan tempat
hiburan ditutup untuk sementara namun restoran-restoran yang ada di dalam mall tetap buka
tetapi hanya melayani pemesanan dari aplikasi online.
Ada 9 sektor yang dikecualikan dari PSBB, yakni:
1. Sektor kesehatan.
2. Sektor pangan, makanan dan minuman.
3. Sektor perhotelan
4. Sektor energi, seperti air, listrik gas, pompa bensin.
5. Sektor keuangan dan perbankan, termasuk pasar modal
6. Kegiatan logistik distribusi barang
7. Kebutuhan keseharian, retail, seperti warung, toko kelontong yang memberikan kebutuhan
warga.
8. Sektor industri strategis yang ada di kawasan ibu kota.
9. Delivery barang.

Tinggalkan Balasan