Media Informasi Obati Pandemi

Media Informasi Obati Pandemi

Mengetahui kondisi terkini penyebaran virus COVID-19 tak dapat dilakukan secara konvensional. Jangankan datang memastikan situasi ke rumah sakit, sekadar bertamu untuk bertanya ke rumah tetangga saja tak bisa, malah cari mati katanya. Lalu masyarakat harus bagaimana?

Tak perlu khawatir, pandemi nampaknya salah timing, ini adalah era modern, segala bentuk produk hasil perkembangan teknologi dapat dijumpai dengan mudah, dari anak-anak hingga lansia pun dapat menjangkaunya. Hanya pembatasan sosial belaka tak akan menghancurkan jaringan informasi sepenuhnya. Masyarakat modern ini mampu beradaptasi dengan cepat terhadap segala kondisi, mereka memanfaatkan media informasi—sebuah alat yang dapat memproses dan menyusun kembali informasi agar menjadi pesan yang dapat diterima dengan baik—demi mengetahui kabar pandemi terkini.

Media informasi kini jadi buruan masyarakat, terutama masyarakat awam. Algoritma-algoritma penyebaran virus COVID-19 sangat sulit dipahami apabila tidak disederhanakan dalam penyampaiannya. Oleh karena itu, media informasi hadir untuk menjawab segala kerisauan yang masyarakat alami. Media informasi akan menyajikan data terkini dengan bentuk dan naskah yang lebih mudah dipahami, ditambah lagi akan ada ilustrasi-ilustrasi menarik yang memudahkan masyarakat memahami situasi yang baru saja terjadi.

Media informasi yang paling efektif kala pandemi adalah media informasi non cetak (atau seringkali dikenal dengan media elektronik). Dengan diberlakukannya pembatasan sosial, sulit rasanya jika masyarakat harus terlebih dahulu membeli koran harian kovensional untuk memperbarui informasi, akan lebih mudah jika masyarakat datang ke portal koran digital yang seringkali lebih interaktif dan atraktif. Data-data terkini situasi pandemi, dapat dengan mudah diakses dan dipahami lewat situs-situs dan media-media digital tersebut, mereka juga akan memfasilitasi kemudahan pemahaman dalam setiap berita yang mereka unggah.  

Akan tetapi, tak ada gading yang tak retak, media informasi berbasis digital yang popular saat ini tentunya masih memiliki kelemahan-kelemahan dalam penggunaannya. Salah satunya adalah mudahnya kabar hoax masuk dan membiaskan kefaktualan sebuah informasi. Filtrasi-filtrasi terhadap kabar hoax yang beredar tidak mudah dilakukan oleh pihak media-media digital sendiri. Mereka masih membutuhkan kesadaran pribadi masing-masing pengguna untuk menangkal dampak buruk dari kabar hoax yang ada.

Oleh karena itu, di tengah pemanfaatan produk-produk hasil perkembangan teknologi, masyarakat tetap perlu memperhatikan dan mengedukasi diri. Mampu beradaptasi merupakan suatu pencapaian yang luar biasa, namun memilah sebelum percaya adalah sebuah kewajiban yang hierarkinya lebih mulia.

Tinggalkan Balasan