Pandemi dan Ekonomi

Pandemi dan Ekonomi

Seperti yang kita ketahui bersama, virus corona (Covid-19) pertama kali dideteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada bulan desember 2019. Virus tersebut terdeteksi setelah beberapa orang mengalami pneumonia tanpa sebab yang jelas dan prosedur perawatan yang diberikan ternyata tidak efektif. Sejak saat itu, masyrakat di seluruh dunia mengalami kekhawatiran terhadap virus Covid-19 ini.

Saat ini, kita sudah mengalami pandemi Covid-19 selama hampir 2 tahun lamanya. Kasus Covid-19 ini terus mengalami peningkatan setiap harinya, terutama di Indonesia. Berdasarkan data dari Our World in Data dan JHU CSSE COVID-19 Data, tercatat per tanggal 29 Juni 2021 ada sebanyak 2,16 Juta kasus dengan total sebanyak 1,87 jt sembuh dan 58.024 meninggal dunia. Kasus tersebut terus mengalami peningkatan dan penambahan setiap harinya.

Adanya pandemi Covid-19 ini tentu berdampak pada hampir seluruh sektor di Indonesia, salah satunya adalah sektor ekonomi. Sektor ekonomi mengalami dampak serius akibat adanya pandemi Covid-19 ini.

Pembatasan aktivitas masyarakat berpengaruh pada aktivitas bisnis yang kemudian berimbas pada perekonomian. Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 minus 5,32 persen. Sebelumnya, pada kuartal I 2020, BPS melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh sebesar 2,97 persen, turun jauh dari pertumbuhan sebesar 5,02 persen pada periode yang sama tahun 2019 lalu.

Kinerja ekonomi yang melemah ini turut berdampak pada situasi ketenagakerjaan di Indonesia. SMERU Research Institute menjelaskan bahwa implikasi krisis ekonomi yang dialami Indonesia pada sektor ketenagakerjaan adalah terjadinya peningkatan jumlah pengangguran.

Peningkatan jumlah pengangguran ini tentu memiliki dampak pada hal lainnya, yaitu terjadinya peningkatan kemiskinan. Osinubi (2005) mengatakan bahwa adanya hubungan yang sangat kuat antara tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran. Ketika tingkat pengangguran naik, maka tingkat kemiskinan juga naik dan ketika tingkat pengangguran menurun maka tingkat kemiskinan juga ikut turun.

Berdasarkan beberapa hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa adanya pandemi Covid-19 ini sangat mempengaruhi sektor peronomian, terutama pada ekonomi kota. Pandemi ini mengakibatkan terjadinya peningkatan pengangguran, kemiskinan, dan lain-lain. Sehingga, kita berharap semoga pandemi ini dapat segera berakhir agar sektor perekonomian dapat kembali pulih dan keadaan kita dapat kembali normal lagi. (ts)

Tinggalkan Balasan