Semarak Ahad Legi di Pasar Jadul Ngawi

Semarak Ahad Legi di Pasar Jadul Ngawi

Kampus ITS, HMPL News – Suasana tradisional di Pasar Jadul Ngawi begitu kental terasa. Mulai dari penjual yang berbusana selayaknya orang zaman dahulu (kebaya dengan bawahan jarik) hingga alat transaksi jual belinya yang menggunakan koin dari bambu.

Pemerintah Kabupaten Ngawi, melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) berusaha melestarikan kebudayaan zaman dahulu melalui agenda rutin Pasar Jadul. Kegiatan ini dilaksanakan setiap Ahad Legi Pagi di Taman Wisata Tawun Ngawi. Pasar ini resmi dibuka pada tahun 2019 dengan menjual aneka makanan dan minuman tradisional, serta menampilkan permainan-permainan yang sering dimainkan anak-anak zaman dahulu.

Kehadiran Pasar Jadul disambut hangat oleh seluruh lapisan masyarakat, baik muda maupun tua. Nostalgia makanan-makanan tradisional, seperti nasi jagung, nasi tiwul, dan gethuk menjadi daya Tarik tersendiri bagi masyarakat karena makanan tersebut sudah sangat jarang ditemukan. Selain itu, pasar ini ditempatkan di sekeliling pohon bambu dan para pengunjung dimanjakan dengan tarian tradisional serta alunan musik gamelan.

Keunikan lain dari adanya Pasar Jadul adalah alat transaksinya yang berupa koin dari bambu. Masyarakat harus melakukan penukaran uang dengan koin bambu terlebih dahulu pada tempat yang telah disediakan sebelum masuk ke area Pasar Jadul ini.

Pemerintah berharap dengan adanya Pasar Jadul ini, masyarakat, khususnya para pemuda bisa lebih mengenal budaya-budaya zaman dahulu. Dengan begitu, kebudayaan tersebut bisa terus lestari sekalipun dunia mengalami perubahan ke arah yang lebih modern. Adanya Pasar Jadul ini, juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan membantu branding wisata di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan