Strategi Pembiayaan untuk Alokasi COVID-19 di Surabaya

Strategi Pembiayaan untuk Alokasi COVID-19 di Surabaya

Pendahuluan

Sumber gambar: www.covid19.go.id  

          Jawa Timur makin marak diberitakan sebagai episentrum kedua persebaran covid19. Hal ini bukan tak berdasar. Data terbaru pada (18/6) dari laman resmi www.covid19.go.id, selisih jumlah kasus positif Covid-19 berkisar 2% dari DKI Jakarta. Di saat lonjakan kasus positif yang tinggi, pemerintah Kota Surabaya serta wilayah Jawa Timur menghentikan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 8 Juni 2020. Menurut Walikota Surabaya Tri Rismaharini, langkah ini diambil dengan pertimbangan bahwa tidak mungkin untuk dilakukan lockdown, karena selain akan menghabiskan anggaran yang cukup besar, roda perekonomian di suatu kota haruslah tetap berjalan. Berdasarkan news.detik.com (09/06/2020) Risma mengungkapkan bahwa PSBB haruslah diakhiri tapi tak lupa tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, hal ini mempertimbangkan nasib para karyawan hotel, mal, restoran hingga supermarket.

          Seiring dengan diberhentikannya PSBB, Surabaya sebagai kota dengan jumlah tertinggi di Jawa Timur (www.wartaekonomi.co.id 01/06/2020) memberlakukan rapid test massal yang dapat diikuti secara gratis hanya dengan menunjukkan identitas diri berupa KTP dan KK. Respon antusias publik meninggi sebab program yang digelar oleh Badan Intelijen Negara sejak 3 Juni 2020 ini membuka peluang untuk warga di luar Surabaya juga bisa mendaftarkan diri (jpnn.com, ). Berikut salah satu pengumuman yang dipublikasikan di akun resmi 112 sebagai pengumuman lokasi rapid test massal.

Sumber gambar: instagram.com/call112surabaya

          Namun, program ini tidak dijelaskan lebih rinci mengenai kuota pendaftaran. Selain itu, mekanisme pendaftaran yang tidak terstruktur mengakibatkan penumpukan peserta yang belum dilayani. Berdasarkan salah satu tweet @rytika di twitter pada 8 Juni 2020 yang diretweet oleh media Suara Surabaya sebagai berikut,

“Pagi antre diberi nomor antrian, sekarang diminta lagi nomornya ternyata dipanggil berdasarkan urutan duduk. Tidak berfungsi dong, nomor antriannya? Jadi ricuh.”

Sumber gambar: twitter.com/rytika

          Hasil rapid test massal mempengaruhi apakah orang tersebut reaktif atau non reaktif Covid-19. Apabila reaktif, maka dirujuk ke swab test tanpa biaya. Hasil swab testlah yang menentukan akan dikarantina atau dirujuk di rumah sakit rujukan.

Komponen Pembiayaan Pandemi

          Rapid test yang sudah dijalankan lebih dari 2 minggu ini hanya salah satu dari sekian program yang dijalankan oleh Pemkot Surabaya. Meskipun telah terbit Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor  1 Tahun 2020 mengenai  Kebijakan   Keuangan  Negara  dan  Stabilitas  Sistem  Keuangan  untuk  Penanganan  Pandemi Covid-19 yang mengatur kebijakan pendapatan, belanja, dan pembiayaan, Pemerintah Daerah sebagai eksekutor sebisa mungkin memiliki manajemen yang jelas mengenai penggelontoran dana.

          Maka refocusing sebagai langkah yang dipilih. Hal ini memiliki arti setiap pemerintah daerah wajib melakukan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19. Alokasi dana yang digunakan menurut Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono sebesar Rp 196 miliar (radarsurabaya.jawapos.com, 2020). Anggaran itu bersumber dari pos belanja tidak terduga Rp 12,5 miliar dan belanja langsung Rp 184 miliar (surabaya.liputan6.com, 2020). Adapula tambahan dana Rp 160 miliar dicadangkan untuk pengadaan sembako dan pangan bagi masyarakat tidak mampu atau terdampak.

Strategi Alternatif Menghadapi Permasalahan Ekonomi terdampak Covid-19

          Tidak dapat dipungkiri adanya kebijakan alokasi dana untuk masyarakat terdampak ekonomi memberikan efek langsung namun hanya dalam waktu singkat. Di sisi lain, faktor meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan juga menjadi tugas yang memiliki urgensi untuk dibenahi mengingat belum bisa diprediksi kapan puncak pandemi ini terlewati. Rumah Sakit Dr. Soetomo sebagai salah satu rumah sakit yang dijadikan rujukan penanganan pasien Covid-19 di Jawa Timur tentu memiliki kapasitas maksimum dengan berbagai penanganan selain Covid-19. Maka, pengaturan secara ketat mengenai Pembatasan Sosial sebaiknya dilaksanakan secara serius.

          Keputusan mengenai pencabutan PSBB kiranya perlu dipertimbangkan kembali mengingat kurva angka positif Covid-19 yang masih fluktuatif. Saran yang bisa dijadikan pertimbangan untuk pemerintah Kota Surabaya adalah mengevaluasi pelonggaran PSBB dalam 2 minggu yang berakhir 22 Juni 2020. Mengambil contoh kebijakan yang diterapkan oleh Australia, Bendahara negara tersebut, Josh Frydenberg, secara resmi mengumumkan kebijakan “hibernasi” (www.abc.net.au 28 Maret 2020). Hibernasi atau yang dapat diartikan membekukan ekonomi dan semua orang di dalamnya, termasuk bisnis mereka, hubungan antar karyawan dan atas, hubungan bisnis/bankir, hubungan pemilik dengan penyewa, semuanya harus dipertahankan untuk kemudian dibongkar kembali ketika ancanaman coronavirus telah berlalu. Kebijakan ini dipercaya oleh pemerintah Australia dengan harapan dapat menghindari adanya peluang orang-orang dipecat maupun bisnis disita atau digusur. Sehingga, ketika pandemi ini berakhir, maka proses pemulihan dapat dilakukan lebih cepat tanpa perlu menghabiskan waktu untuk membangun kembali pengaturan dasar. Pemerintah Australia pun juga memberikan bantuan terhadap bisnis-bisnis tertentu supaya tetap berjalan, seperti salah satu contohnya paket bantuan $715 Juta untuk maskapai penerbangan telah diberikan, dengan syarat maskapai tersebut harus tetap beroperasi. Bisnis-bisnis yang mengharuskan untuk berinteraksi langsung jarak dekat dengan pelanggan seperti potong rambut, harus diberhentikan.

          Kemudian, selama dilaksanakan kebijakan ini, pemerintah Australia memberikan bantuan keuangan secara langsung kepada para masyarakat terdampak coronavirus. Dengan kebijakan yang keseluruhan nilainya lebih dari AU $213,7 miliar, atau sekitar dua ribu triliun rupiah, yang dibagi menjadi tiga paket. Paket terbesar diumumkan akhir Maret kemarin, yakni sebesar A$130 miliar, dimana karyawan akan mendapatkan subsidi upah sampai AU$1.500, atau hampir Rp15 juta per dua minggu yang akan dibayar selama enam bulan. Selanjutnya, pertengahan bulan Maret, Australia mengeluarkan paket ekonomi senilai AU$17,6 miliar kepada mereka yang selama ini sudah mendapat tunjangan sosial,termasuk pensiunan, veteran, pengasuh orang tua atau yang sakit, serta anak-anak muda yang sedang mencari kerja, dengan bantuan sebesar AU$750 yang akan dibayarkan per 31 Maret (new.detik.com, 2 April 2020).

          Secara bertahap, operasi kegiatan bekerja dapat dikurangi melalui sistem shift misalnya toko A buka di tanggal genap dan toko B buka di tanggal ganjil dan sebagainya. Berlaku pula untuk kendaraan yang beroperasi di jalan. Apabila memungkinkan, aktivitas warga ditekan hingga 50 persen.

Pelajaran Pembiayaaan

          Dampak dari pandemi Covid-19 pada perekonomian dan keuangan diperkirakan bukan hanya berdampak pada tahun ini saja, tetapi juga dapat berlanjut untuk beberapa tahun ke depan. Anggaran yang digelontorkan berdasarkan pos belanja tidak terduga tidak cukup efisien untuk memberikan dampak yang lebih besar dan tepat sasaran. Sebagai rekomendasi, penting untuk: 1) Menambah anggaran kesehatan dalam skala prioritas belanja. Misalnya diimplementasikan berupa suntikan dana sebagai peningkatan kesejahteraan tenaga medis serta fasilitas rumah sakit. 2) Realokasi belanja. Kegiatan ini bisa dilakukan dengan mengurangi/menghentikan sementara kegiatan pembangunan infrastruktur, maupun kegiatan investasi untuk pengeluaran penanggulangan Covid-19. Pemerintah Kota Surabaya dapat juga melakukan pemangkasan pada belanja-belanja tertentu misalnya pengeluaran untuk perjalanan dinas, penyuluhan, dan kegiatan sejenis. 3) Penggalangan dana sumbangan dari dunia usaha dan masyarakat secara masif dapat menjadi sumber pendapatan yang digunakan dengan efektif dan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.

 

 

 

 

Daftar Referensi

Laura, T. (2020, Maret 28). Scott Morrison’s coronavirus ‘hibernation plan’ needs work to stop economic collapse. Retrieved Juni 19, 2020, from abc.net.au: https://www.abc.net.au/news/2020-03-28/coronavirus-hibernation-plan-has-gaps/12098682

Online, R. W. (2020, Juni 19). Surabaya Tertinggi, Berikut 10 Daerah Terbanyak Kasus Positif Covid-19 di Jawa Timur. (P. M. Setyaningrum, Editor) Retrieved Juni 19, 2020, from wartaekonomi.com: https://www.wartaekonomi.co.id/read287950/surabaya-tertinggi-berikut-10-daerah-terbanyak-kasus-positif-covid-19-di-jawa-timur

Penulis. (2020, Juni 3). BIN Khawatir, Masih Banyak Hasil Reaktif selama Rapid Test Massal di Surabaya. Retrieved Juni 19, 2020, from jpnn.com: https://www.jpnn.com/news/bin-khawatir-masih-banyak-hasil-reaktif-selama-rapid-test-massal-di-surabaya

Hartomo, Gigi. (2020, April 2). Melihat Strategi Ekonomi Beberapa Negara yang Digempur Wabah Virus Corona. Retrieved Juni 19, 2020, from news.detik.com: https://news.detik.com/abc-australia/d-4962330/melihat-strategi-ekonomi-beberapa-negara-yang-digempur-wabah-virus-corona

Wijayanto. (2020, April 19). Pemkot Siapkan Anggaran Rp 196 M untuk Penanganan Covid-19 untuk Bantuan Sembako dan APD selama 2 bulan. Diambil kembali dari Radar Surabaya: https://radarsurabaya.jawapos.com/read/2020/04/19/189772/pemkot-siapkan-anggaran-rp-196-m-untuk-penanganan-covid-19

Tinggalkan Balasan