Trend Sepeda Saat New Normal, Sultan Indonesia Borong Brompton

Trend Sepeda Saat New Normal, Sultan Indonesia Borong Brompton

           

Di tengah pandemic COVID-19 ini, banyak masyarakat yang Work From Home (WFH). WFH ini membuat masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu dirumah bersama keluarga. Akhirnya masyarakat pun mencari kegiatan untuk menyibukan diri pada saat dirumah, salah satunya adalah berolah raga. Berolah raga ini sangat penting pada saat ditengah pandemic untuk menjaga kesehatan, menghilangkan kejenuhan bekerja atau sekolah, dan membantu sirkulasi udara dalam tubuh karena intensitas yang cukup didalam ruangan tertutup yang ber-AC. Akhirnya banyak orang memilih untuk bersepeda bersama keluarga untuk mengisi waktu dirumah. Bersepeda ini memiliki banyak manfaat untuk tubuh, yaitu menambah keseimbangan tubuh, menurun stress, meningkatkan kesehatan otak, dan masih banyak lagi. Banyak masyarakat yang antusias untuk bersepeda. Ada yang rutin setiap hari, ada yang 3-4 kali seminggu, dan ada juga yang bersepeda saat weekend saja bersama keluarga.

 Tren sepeda saat pandemic ini, beberapa masyarakat tidak hanya membuat bersepeda itu untuk olahraga saja, namun ada juga yang menjadikan tren sepeda ini untuk style. Mengapa bisa dibilang style? Karena banyak sultan-sultan Indonesia yang membeli sepeda yang berharga puluhan juta. Sepeda ber-merk Brompton ini memiliki harga yang cukup mahal. Brompton ini mulai menjadi perbincangan setelah kasus penyelundupan barang yang berujung pencopotan Dirut Garuda Indonesia. Hal tersebut membuat masyarakat Indonesia menjadi penasaran kenapa ada orang yang rela membawa jauh-jauh dan menyelundupkan dari luar negeri. Bahkan dari pihak Brompton hingga kehabisan stock sepeda. Tidak hanya itu banyak juga orang luar negeri memberikan komentar  heran dengan keadaan Indonesia saat ini. Beberapa orang banyak memborong sepeda Brompton ini dan harga tidak menjadi permasalahan.  Di bawah ini ada serba-serbi Brompton yang perlu diketahui:

  1. Sejarah Singkat Sepeda Brompton

Belakangan ini sepeda Brompton sangat digandrungi para pecinta olahraga bersepeda. Merek sepeda lipat asal Inggris ini didesain oleh Andrew Ritchie, seorang sarjana teknik di London tahun 1975. Hal ini berawal dari kesulitan Ritchie memasukkan sepeda konvensional ke apartemennya sehingga ia menciptakan sepeda lipat agar lebih ringkas. Asal mula nama Brompton karena apartemen Andrew menghadap ke Brompton Oratory di South Kensington, London. Pada tahun 1981 sepeda lipat pertama kali diproduksi dalam skala kecil dan khusus. Namun pada tahun 1988, Brompton diproduksi secara massal dengan pabrik pertamanya beda di kota Brentford, London Barat. Lalu, terciptalah sepeda berukuran 28x60x60 cm atau 3,56 kaki kubik setelah dilipat. Ditahun 1995, sepeda ini mendapatkan ‘Royal Recognition’ merupakan penghargaan dari Ratu Inggris. Penghargaan ini melambungkan nama sepeda Brompton. Pada tahun 2006 laga pacu Brompton World Championship diadakan untuk pertama kalinya di Barcelona, Spanyol.

 

  1. Jenis-Jenis Sepeda Brompton

Di Indonesia ada empat dealer resmi Brompton, yaitu di Jakarta, Tangerang, dan Surabaya dua buah. Ada banyak varian dari sepeda Brompton dan pembeli pun bisa menyesuaikan kebutuhan sehari-hari. Pengguna bisa mengganti hand lebar atau setang sepeda sesuai preferensi posisi badan pengendara. Pada sepeda Brompton tipe S setang berbentuk lurus. Untuk tipe M merupakan sepeda klasik dan paling laris. Tipe H sangat cocok untuk pengguna dengan posisi berkendara tegak lurus, sedangkan tipe P cocok untuk touring karena memberi banyak pilihan posisi bagi pengendaranya. Untuk material bisa dipilih, dari baja, atau bahan gabungan baja dengan titanium alloy, dan aluminium alloy versi super light yang bisa mengurangi berat sampai 1 kg. Sepeda ini juga memberi pilihan transmisi kecepatan atau speed gear mulai dari gigi satu sampai gigi enam. Ada juga aksesoris opsional, seperti rak bermuatan maksimal 10 kg yang bisa ditambahkan di bagian bawah setang sepeda dan mudguards yang bisa melindungi badan sepeda dari cipratan air hujan. Untuk ukuran roda sepeda Brompton adalah 16 inci sangat pas digunakan sebagai mobilitas sehari-hari ataupun touring.

 

  1. Sepeda Bertenaga Listrik

Sepeda Brompton juga menyediakan sepeda listrik yang bisa dilipat atau e-folded bike. Untuk tampilannya tidak ada perbedaan mencolok, tetapi sepeda listrik ini memiliki pilihan pengatur kecepatan dari gigi dua sampai gigi enam. Baterai sepeda terletak di dalam tas khusus, jadi tidak mengganggu tampilan sepeda. Mengisi ulang baterai sepeda bisa dengan menggunakan charger bawaan dan dibutuhkan waktu 4 jam sampai penuh. Untuk daya sebesar 250 Watt, sepeda ini bisa menempuh perjalanan 30 km -70 km. Tidak hanya itu, baterai ini juga bisa digunakan pengendara untuk mengisi daya ponsel, lo. Selain itu, sepeda listrik memiliki sensor yang dinamakan bottom bracket yang bisa menghitung dan mengirim data kekuatan kayuhan serta perputaran pedal ke controller. Di controller ini akan dipilih mode yang sesuai bagi pengendara. Apa ingin dikayuh dengan kaki atau dibantu dengan motor. Sudah jelas sepeda Brompton ini termasuk sepeda mahal karena dikutip dari situs resmi Brompton, untuk harga satu set sepeda berkisar Rp26 juta sampai Rp60 juta. Namun, meski terbilang mahal penjualan sepeda ini termasuk tinggi, yaitu mencapai 40.000 unit per tahun.

 

  1. Menjadi Pilihan Gaya Hidup

Ukurannya yang mungil dan bisa dilipat menjadikan sepeda Brompton pilihan gaya hidup. Hal ini karena mudah dibawa ke mana-mana. Tidak hanya bisa membawanya masuk ke dalam mobil, sepeda Brompton juga bisa masuk ke dalam kantor tanpa perlu khawatir memakan tempat.

 

  1. Harga Sepeda Brompton

Dilansir dari situs resmi Brompton, harga sepeda lipat Brompton yang paling murah sekitar 900 Poundsterling atau sekitar Rp 16.606.054 sedangkan harga Brompton Electric sekitar 2595 poundsterling atau Rp 48.074.347. Harga ini tentu saja belum termasuk pajak saat masuk ke Indonesia. Selain itu, sepeda lipat Brompton juga bisa dibuat khusus berdasarkan keinginan pengguna. Misalnya seperti warna, sadel, opsi persneling dan aksesoris lainnya. Sayangnya, pesanan tersebut harus menunggu waktu selama 6-8 minggu. Kita pasti bertanya-tanya apa yang membuat sepeda lipat ini mahal, bukan? Alasannya adalah bahan pembuatan sepeda di mana 30% berupa baha. Selain itu sparepart-nya juga tidak sembarangan. Hal inilah yang membedakan sepeda lipat Brompton dengan sepeda lainnya.

 

            Pada saat ini, menjaga kesehatan tubuh menjadi hal yang sangat penting untuk menjada imunitas dalam tubuh tetap prima. Olahraga bersepeda bisa jadi pilihan kalian untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau menghilangkan kejenuhan dari kegiatan WFH. Untuk olahraga bersepeda ini tidak mengharuskan kalian untuk membeli Brompton kok. Cukup beli sepeda yang sesuai dengan kebutuhan, namun jika kalian memiliki kantong yang tebal Brompton bisa menjadi pilihan terbaik untuk kalian yang ingin memulai bersepeda di masa pandemic ini. Tetapi pada saat olahraga kita juga perlu tetap menerapkan protocol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Stay Safe and Stay Healthy.

Tinggalkan Balasan